Rabu, 26 Februari 2014

Sang Flamboyan

Sang Flamboyan adalah sebuah seorang laki-laki yang mendambakan kesempurnaan pada dirinya dan selalu berusaha menjadi manusia yang baik, ramah dan penuh sopan santun.
Sang Flamboyan lahir di sebuah kota pesisir Jawa Tengah, Indonesia. Lahir dari Ayah seorang Guru dan Ibu seorang sipil, Sang Flamboyan terlahir sebagai seorang bungsu dari dua bersaudara dan mempunyai seorang Kakak berinisial SSU .
20 Oktober 1992 adalah pertama kalinya Sang Flamboyan mampu menghirup nafas kebebasan dunia dengan tangisan yang menyeruak.


Jangan Takut Berbeda

Hari ini Rabu, 26 Februari 2014 seperti biasa tak ada yang berbeda dari Sang Flamboyan. Terbangun pukul 08.00 dan segera bergegas menunaikan sholat shubuh meskipun sebenarnya sudah terlambat. Namun, Sang Flamboyan tetap menunaikannya karena Sang Flamboyan yakin apabila kita melakukan ibadah dengan ikhlas apapun kondisinya akan tetap diterima oleh Allah SWT. Wallahu Alam
Setelah menunaikan shalat shubuh, Sang Flamboyan segera bergegas mandi lalu kemudian memakai seragam putih biru ciri khas kampus tercintanya. Pada pagi ini pukul 09.00 Sang Flamboyan mempunyai janji dengan temannya berinisial MM untuk membantu mempersiapkan peralatan untuk sidang tugas akhir. Dengan penuh semangat dan keikhlasan Sang Flamboyan bergegas menuju kampus dan menepati janjinya itu. Kemudian tepat pukul 10.30, sidang tugas akhir temannya itu dimulai, Sang Flamboyan duduk manis menyaksikan jalannya sidang tersebut dengan santai. Sekedar info, Metha Martina adalah teman satu laboratorium dari Sang Flamboyan. 
Kemudian para penguji dan pembimbing pun datang, dan presentasi sidang pun dimulai. Berjalan hingga 90 menit lamanya, akhirnya Alhamdulillah teman Sang Flamboyan itu pun sukses mendapat nilai A dalam sidang tugas akhirnya. Sang Flamboyan pun turut bahagia dan merasa terpacu motivasinya untuk segera menyelesaikan masa studinya di kampusnya. 
Dan setelah menyaksikan sidang tugas akhir, Sang Flamboyan pun segera bergegas menuju kelas untuk mengikuti mata kuliah Elektromagnetika 1 pukul 12.30 . Ketika memasuki kelas, Sang Dosen pun telah datang dan siap memulai perkuliahan.
Hingga suatu cerita dimulai, Sang Dosen bercerita tentang permasalahan yang dihadapinya panjang lebar. Namun, Sang Flamboyan mengambil intisari berharga dari cerita Sang Dosen tersebut. Bahwa sesungguhnya jika kita ingin kuat maka janganlah sekali-kali menjauhi tantangan. Karena pada hakikatnya tantangan adalah sebuah ujian yang apabila kita mau mencobanya maka kita akan banyak belajar dan level kualitas hidup kita akan meningkat karena pengalaman kita.
Selain itu, kita sebagai mahasiswa yang jauh-jauh datang dari luar kota menuju tanah rantau untuk menuntut ilmu dan jauh dari orang tua tentunya mempunyai banyak rintangan dan hambatan. Entah karena keterbatasan biaya hidup, hedonisme, atau virus game online yang kesemuanya itu dapat melunturkan semangat kita untuk menuntut ilmu dengan maksimal. Maka, segeralah merenung ingatlah keluarga, orang tua yang telah membesarkan kita dan orang-orang terdekat kita yang telah berjasa, yang membuat kita dapat bertahan hidup hingga sampai sekarang ini. Ingatlah kembali tujuan awal kita datang ke tanah rantau ini, ingatlah amanah dan pesan dari orang tua kita dulu kepada kita saat akan menjadi mahasiswa. Sudah sejauh mana kita mencapai tujuan kita ? Renungkanlah kembali.   
Jangan takut untuk berubah bila memang apa yang kita lakukan sekarang masih kurang tepat. Jangan takut berbeda bila memang kita merasa benar. Hilangkan semua ketakutan yang ada pada diri kita, karna sesungguhnya ketakutan itu hanya akan membatasi kemampuan kita untuk melakukan banyak hal bermanfaat.