Hari
ini Rabu, 26 Februari 2014 seperti biasa tak ada yang berbeda dari Sang
Flamboyan. Terbangun pukul 08.00 dan segera bergegas menunaikan sholat shubuh
meskipun sebenarnya sudah terlambat. Namun, Sang Flamboyan tetap menunaikannya
karena Sang Flamboyan yakin apabila kita melakukan ibadah dengan ikhlas apapun
kondisinya akan tetap diterima oleh Allah SWT. Wallahu Alam
Setelah
menunaikan shalat shubuh, Sang Flamboyan segera bergegas mandi lalu kemudian
memakai seragam putih biru ciri khas kampus tercintanya. Pada pagi ini pukul
09.00 Sang Flamboyan mempunyai janji dengan temannya berinisial MM
untuk membantu mempersiapkan peralatan untuk sidang tugas akhir. Dengan penuh
semangat dan keikhlasan Sang Flamboyan bergegas menuju kampus dan menepati
janjinya itu. Kemudian tepat pukul 10.30, sidang tugas akhir temannya itu
dimulai, Sang Flamboyan duduk manis menyaksikan jalannya sidang tersebut dengan
santai. Sekedar info, Metha Martina adalah teman satu laboratorium dari Sang
Flamboyan.
Kemudian
para penguji dan pembimbing pun datang, dan presentasi sidang pun dimulai.
Berjalan hingga 90 menit lamanya, akhirnya Alhamdulillah teman Sang Flamboyan
itu pun sukses mendapat nilai A dalam sidang tugas akhirnya. Sang Flamboyan pun
turut bahagia dan merasa terpacu motivasinya untuk segera menyelesaikan masa
studinya di kampusnya.
Dan
setelah menyaksikan sidang tugas akhir, Sang Flamboyan pun segera bergegas
menuju kelas untuk mengikuti mata kuliah Elektromagnetika 1 pukul 12.30 .
Ketika memasuki kelas, Sang Dosen pun telah datang dan siap memulai
perkuliahan.
Hingga
suatu cerita dimulai, Sang Dosen bercerita tentang permasalahan yang
dihadapinya panjang lebar. Namun, Sang Flamboyan mengambil intisari berharga
dari cerita Sang Dosen tersebut. Bahwa sesungguhnya jika kita ingin kuat maka
janganlah sekali-kali menjauhi tantangan. Karena pada hakikatnya tantangan
adalah sebuah ujian yang apabila kita mau mencobanya maka kita akan banyak
belajar dan level kualitas hidup kita akan meningkat karena pengalaman kita.
Selain
itu, kita sebagai mahasiswa yang jauh-jauh datang dari luar kota menuju tanah
rantau untuk menuntut ilmu dan jauh dari orang tua tentunya mempunyai banyak
rintangan dan hambatan. Entah karena keterbatasan biaya hidup, hedonisme, atau
virus game online yang kesemuanya itu dapat melunturkan semangat kita untuk
menuntut ilmu dengan maksimal. Maka, segeralah merenung ingatlah keluarga,
orang tua yang telah membesarkan kita dan orang-orang terdekat kita yang telah
berjasa, yang membuat kita dapat bertahan hidup hingga sampai sekarang ini. Ingatlah
kembali tujuan awal kita datang ke tanah rantau ini, ingatlah amanah dan pesan dari
orang tua kita dulu kepada kita saat akan menjadi mahasiswa. Sudah sejauh mana
kita mencapai tujuan kita ? Renungkanlah kembali.
Jangan takut untuk berubah
bila memang apa yang kita lakukan sekarang masih kurang tepat. Jangan takut
berbeda bila memang kita merasa benar. Hilangkan semua ketakutan yang ada pada
diri kita, karna sesungguhnya ketakutan itu hanya akan membatasi kemampuan kita
untuk melakukan banyak hal bermanfaat.